Macam-macam Jenis Kulit & Ciri-cirinya :
a. Kulit Normal
Tekstur Halus, Berseri, Cerah dan Segar.
b. Kulit Kering
Kusam, Tipis, Sensitif, dan Mudah Keriput.
c. Kulit Berminyak
Bash, Mengkilat, Pori-pori ternuka, Mudah berjerawat.
d. Kulit Sensitif
Saluran darah kelihatan, Mudah menjadi merah/alergi.
e. Kulit Berjerawat
Wajah dipenuhi oleh jerawat, kulit sangat kotor. Permukaan kulit kasar, basah cenderung berminyak.
f. Kulit Kombinasi
Biasanya T-zone, yaitu daerah Dahi, Hidung, Dagu berminyak dan bagian lainnya normal atau kering.
g. Kulit Keriput
Kulit halus tipis, Kering kusam, terdapat garis keriput yang halus dan jelas.
Perawatan Wajah, terdiri dari :
· P1. Pembersihan (Cleansing)
· P2. Penyegaran (Toning, Fresher, Face Tonic)
· P3. Pengelupasan (Peeling)
· P4. Pengurutan (Massage)
· P5. Pemupukan (Masker)
P1. Pembersihan (Cleansing)
Kegunaan :
· Untuk membersihkan kotoran, debu, sekresi lemak dan sisa-sisa tata rias.
· Menjaga kebersihan kulit wajah agar senantiasa muda dan segar.
· Pembersihan make-up mata untuk membersihkan kotoran dari sisa make-up mata dapat terangkat dengan baik.
· Pembersihan make-up bibir untuk mengangkat sisa lipstick pada bibir.
· Pembersihan dengan sabun dapat membersihkan wajah lebih mendalam dan untuk mencegah tumbuhnya bibit penyakit.
P2. Penyegaran (Fresher/ Toner)
Kegunaan :
· Untuk menyegarkan dan menormalkan kembali kulit wajah.
· Meringkas pori-pori, terutama untuk kulit bermasalah.
· Menghilangkan sisa pembersih.
P3. Pengelupasan (Peeling)
Kegunaan :
· Mengangkat sel-sel kulit ari yang telah mati.
· Merangsang pertumbuhan sel-sel kulit yang baru.
· Menjadikan kulit halus dan lembut.
P4. Pengurutan (Massage)
Kegunaan :
· Membantu melancarkan peredaran darah.
· Menyehatkan metabolisme di bawah kulit dan menjaga kekenyalan kulit (elastisitas kulit).
· Memberikan nutrisi pada kulit.
P5. Pemupukan (Masker)
Kegunaan :
· Membersihkan serta menarik kotoran dan sel-sel kulit yang telah mati.
· Memutihkan, mengencangkan dan menghaluskan wajah.
· Menjaga keremajaan kulit.
Perawatan ada 4 kategori :
1. Perawatan Harian :
Yaitu menggunkana perawatan sehari-hari 2x (pagi & sore) dengan melakukan P1. (Pembersihan) dan P2. (Penyegaran).
2. Perawatan Mingguan :
Yaitu menggunkaan perawatan lengkap (P1 – P5, Pembersihan – Pemupukan).
3. Perawatan Kulit Bermasalah :
- Kulit Berjerawat
Melakukan perawatan rutin P1 (Pembersihan) dan P2 (Penyegaran) setiap hari serta mengobati bagian jerawat saja. Dilarang melakukan P3 (Peeling) dan P4 (Massage).
- Kulit Flek
a. Melakukan perawatan harian P1 (Pembersihan) dan P2 (Penyegaran).
b. Menipiskan flek dengan mengobati bagian fleknya saja agar flek menipiskan/hilang dengan P3 (Peeling), P4 (Pengurutan) dan P5 (Pemupukan).
- Kulit Keriput
a. Melakukan perawatan wajah yang keriput agar kulit wajah lembab lebih kencang dan halus.
b. Secara rutin melakukan P1 (Pembersihan) & P2 (Penyegaran).
c. Memupukkan kulit dengan perawatan nutrisi pada malam hari dengan krem malam.
d. Setiap minggu melakukan perawatan P5 secara lengkap dan Pemupukan / Masker khusus untuk kulit keriput.
4. Pemutihan (Pencerahan)
Yaitu melakukan perawatan wajah agar membuat kulit lebih putih dan cerah. Secara rutin lakukan perawatan dengan produk pemutih.
bagaimana sih merawat kulit?
Cara perawat Rambut yang baik
9 Cara Merawat Rambut Sehat

Agar kebersihan rambut dan kulit kepala terjaga, usahakan minimal membersihkan rambut anak dua hari sekali. Sebaiknya, aktivitas mencuci rambut bagi anak tidak terlalu lama. Satu atau dua menit pun cukup. Setelah itu, dibilas hingga bersih. Kebersihan rambut bisa membantu lancarnya sirkulasi darah pada kulit kepala. Rambut yang bersih juga membantu mengurangi stres dan membantu jaringan metabolisme agar tetap tumbuh dan berkembang secara normal. Kutu rambut pun tidak diberi kesempatan untuk hidup. Rambut wangi, bersih, dan segar.
Sedangkan pada bayi, keramas dapat dilakukan satu atau dua kali seminggu. Ingat, rambut bayi tidak terlalu kotor, selain tidak mengeluarkan banyak keringat. Rambut bayi juga tidak selebat rambut orang dewasa. Seminggu sekali bersihkan kulit kepalanya menggunakan baby oil lalu segera keramas.
2. PILIH SAMPO YANG TEPAT
Disarankan membeli sampo berkualitas baik yang mampu menghilangkan minyak, sisik kepala, dan membuat rambut si kecil jadi lebih lemas, gampang disisir, serta tidak mudah kusut. Ada banyak sampo pilihan buat anak. Sedangkan untuk bayi, pilihlah yang bahan aktifnya tidak mengiritasi mata dan tidak memicu alergi.
3 PILAH-PILIH SISIR
Gunakan sisir yang bergigi renggang atau sikat rambut yang tidak tajam. Sisiri rambut anak secara lembut. Bila tidak, salah-salah cara rambut si kecil malah rusak dan rontok. Jadikan acara menyisiri rambut ini sebagai ajang untuk menunjukkan kasih sayang dan menjalin kedekatan.
Kesehatan rambut erat kaitannya dengan pemilihan sisir yang tepat. Sisir yang kurang baik akan mudah menyebabkan rambut rusak atau rontok. Hindari membeli sisir berbahan nilon karena berisiko menyebabkan rambut mudah patah. Meskipun terlihat gaya, sisir berbahan metal juga dapat merusak rambut. Jangan lupa, bersihkan sikat dari sisa rambut yang tersangkut. Cuci dengan air hangat hingga bersih. Untuk bayi, gunakan selalu sisir bayi yang lembut.
4. GUNTING RAMBUT
Guntinglah rambut secara teratur. Selain untuk menjaga penampilan, rambut yang pendek juga memudahkan orangtua menjaga kebersihan rambut. Memotong rambut juga berguna agar ujung-ujung rambut tetap sehat, tidak bercabang, mudah patah, atau kering. Bahkan untuk bayi, orangtua bisa menggunduli anak dalam beberapa waktu tertentu. Selain rambut dan kulit kepala bayi mudah dibersihkan, rambut yang baru akan tumbuh lebih lebat dan hitam.
5. KONSUMSI MAKANAN BERGIZI
Rambut sehat memerlukan asupan nutrisi yang baik. Kurangnya asupan protein dan vitamin dapat membuat rambut rontok, kusam, kemerahan, berketombe, dan akhirnya rontok. Ingat, vitamin dan zat gizi berperan dalam menunjang kekuatan dan kesehatan rambut. Vitamin B kompleks, misalnya, jika asupannya kurang dapat menyebabkan rambut kusam, juga tumbuh suburnya ketombe. Sedangkan vitamin C dapat menjaga kekuatan akar rambut. Ingat akar rambut berperan dalam kesehatan rambut secara keseluruhan. Lewat akarlah, semua zat gizi diserap dan disalurkan ke rambut. Kurangnya zat besi juga berisiko menimbulkan kerontokan rambut. Zat belerang juga berperan dalam memberikan kilau pada rambut. Kandungan zat gizi ini dapat ditemukan pada ikan, telur, dan lain-lain. Sedangkan lemak berperan dalam menjaga kekuatan rambut, disamping kilau rambut.
Untuk bayi, sangat dianjurkan mengonsumsi ASI secara eksklusif. Ini karena ASI kaya kandungan gizi, tidak dapat tertandingi oleh susu formula atau nutrisi lainnya.
6. IKAT RAMBUT SAAT BEROLAHRAGA
Olahraga sangat baik untuk kesehatan. Namun, aktivitas itu juga berpotensi merusak rambut. Jika rambut anak panjang, ikatlah dan jepit ke atas. Pastikan rambut itu tidak menghalangi gerakan dan pandangan anak. Penggunaan ikat kepala atau bando juga bisa menjadi solusi. Selain tampil lebih gaya, rambut anak pun lebih terjaga. Bila menggunakan penutup kepala atau bandana, pilihlah yang cepat menyerap keringat sehingga tidak menumpuk di kulit kepala. Ingat, endapan keringat yang mengering dapat merusak akar rambut.
7. JAUHI SINAR MATAHARI
Terik matahari dapat merusak rambut. Itulah mengapa, saat bepergian di tengah terik matahari, usahakan memakai topi atau payung. Usahakan rambut terlindungi dari sinar matahari.
8. KENAKAN PENUTUP SAAT BERENANG
Saat berenang, kenakan penutup rambut setelah membasahi rambut seluruhnya. Selesai berenang cuci rambut untuk menghilangkan klorin yang menempel pada rambut. Jika mungkin kenakan kondisioner tanpa bilas sebelum Anda masuk ke kolam.
9. HATI-HATI SAAT MENGERINGKAN
Mengeringkan dengan handuk bisa jadi penyebab kerusakan rambut. Menggosok rambut basah dengan handuk membuat helai-helai rambut kusut dan mudah terjerat pada benang-benang di handuk, sehingga tertarik dan mudah putus, rusak pada kutikula, dan ujung rambut terbelah. Jadi, tepuk-tepuk saja rambut basah dengan handuk, lalu diurut sesuai arah pertumbuhan rambut. Memang cara ini agak makan waktu, tetapi berharga untuk rambut anak.
TUBERKULOSIS PARU
Sekolah di kesehatan itu ada dampak negativenya dan dampak negative itu ialah terkena Tuberkulosis Paru.mari kita simak Apa sih Kumn penyebab Tuberkulosis itu? Cara penularannya?Dan Gejala-gejala?
TUBERKULOSIS PARU
A.KUMAN PENYEBAB PENYAKIT TUNERKULOSIS
Kuman penyebab penyakit Tuberkulosis ditemukan pertama kali oleh Robert Koch pada tahun 1882.M. Tuberkulosis,M. Africanum dan M.Bovis menyebabkan penyakit Tuberkulosis pada manusia.M.Tuberkulosis dan M.aficanum berasal dari manusia sedangkan M.Bovis berasal dari lembu/sapi.
Beberapa macam Mikrobakterium yang lain kadang-kadang dapat menulari manusia dengan gejala-gejala klinis yang sama dengan tiga mikrobakterium di atas,sehingga secara klinis tak dapat dibedakan.Membedakannya dapat dilakukan denagn pembiakan.
Kuman ini Berbentuk batang yang tahan asam pada pewarnaan dan berukuran kira-kira 0.5-4 mikron x 0.3-0.6 mikron.
Kuman ini terdapat dalam butir-butir percikan dahak yang disebut droplet nuclei dan melayang –melayang di udara untuk waktu yang lama sampai terhisap oleh orang atau mati dengan sendirinya kena sinar matahari langsung.
Percobaan pada binatang terhadap penderita-penderita silikosis menunjukkna bahwa droplet nuclei yang dapat melalui bronkhiolus yang paling halus berukuran 2-3 mikron,sehingga diperkiran jumlah kuman yang dapt masuk ke alveolus dan menyebabkan penyakit tak lebih dari 1 kuman.
B. CARA PENULARAN PENYAKIT TUBERKULOSIS
Kebanyakan penularan penyakiut Tuberkulosis ini melalui inhalasi kuman Tuberkulosis yang terdapat di udara.
Pada perjalannya kuman ini banyak mengalami hambatan antara lain di hidung(terhambat oleh bulu hidung) dan lapisan lender yang melapis seluruh saluran pernafasan dari atas sampai ke kantong alveoli.
Bila penderita baru pertama kali ketularan kuman Tuberkulosis ini,terjadilah suatu proses dalam tubuhnya(paru-paru)yang disebut Primary Complex of Tuberkulosis (PCT).PCT ini terdiri dari focus di paru-paru dimana terjadi eksudasi dari sel karena proses dimakannya kuman Tuberkulosis oleh sel macropag.
Lesi dapat terjadi pada kelenjar getah bening,PCT dapat terjadi pada semua umur.Di Negara dimana prevalence TB timggi kkebanyakan anak-anak sudah”terinfeksi” oleh penyakit TBC” pada tahun-tahun pertama dari kehidupannya.Namun yang kemudian menjadi penyakit TBc sedikit sja.
Selanjutnya ada 2 kemungkinan yang terjadi menyusul pembentukan PCT ini,yaitu :
1. Dapat sembuh denagn sendirinya karena adanya proses penutupan focus primer loeh kapsul membaran yang akhirnya akan terjadi “perkapuran”.
2. Beberapa kuman akan ikut terlepas ke dalam pembuluh darah dan dapat berkembang menginfeksi organ –organ yang terkena.Infeksi yang demikian ini disebut Post Primary Tuberkulosis (PPT).PPT ini akan dapat berupa:infeksi pada paru-paru,larynx dan telinga tengah,kelenjar getah bening dileher,saluran pencernaan dan lubang dubur,saluran kemih,tulang dan sendi.
Berkembangnya terinfeksi tuberculosis menjadi menderita penyakit Tuberkulosis dipengaruhi olehberbagai factor antara lain: keadaan social ekonomi masyarakat yaitu kemiskinan,kekurangan gizi,rendahnyua latar belakang pendidikan(buta huruf) dan kepadatan penduduk.
C.GEJALA-GEJALA KLINIS
TB-paru merupakan penyakit yang prevalensi tinggi dibandingkan denagn penyakit Tuberkulosis lainnya seperti Tb-miliar,TB-tulang,TB-Meningtis dan Tuberkulosis-ekstraparu lainnya,
Gejala umum TB paru yang harus di ketahui secara praktis adalah: Batuk terus menerus berdahak,dahak pernah bercampur darah dan nyeri dada yang berlangsung selama 4 minggu atau lebih.







